Senin, 24 September 2012

Oeang Zaman doeloe..


http://www.smileycodes.infoBeberapa minggu lalu, seperti yang tertuang dalam celotehan "mahar ku", menjadi awal inspirasi untuk menulis ini.


http://www.smileycodes.infoSempat terlupa dikala SD kelas 4 dulu, pernah punya hobi "ikut-ikut-an".. hobi yang cuma berlangsung 1 tahun *_*. Pada awalnya, Mas Asa sepertinya yang sudah mengoleksi uang kuno terlebih dahulu. Mas Asa, tetangga ku waktu di Lasiana-Nusa Tenggara Timur dulu. Beliau pindahan dari Makasar. Dan saat ini, beliau sedang menempuh kuliah S2nya di IPB. Alhamdulillah..Kembali ke hobi tadi. Sebagai srikandi yang terbiasa sejak kecil di tengah-tengah anak cowok. So pasti jadi terbawa dan "ikut-ikutan" aktivitas dan hobi2 mereka. Kali ini tentang KOLEKSI UANG KUNO.



Lupa awal mula pengumpulan uang kuno itu bagaimana. Sempat hunting juga ke teman-teman sekelas, dan akhirnya dapat juga... mereka ngasihnya sukarela lho... baeeekkkk bangeettt dah.. (Lupa siapa aja yang udah ngasih) -_-'

Penambahan koleksi juga dari hasil tukeran sama mas Asa. Nongkrong bikin lingkaran kecil di halaman depan rumah, Aku, Mas Asa, Tyas, dan Putra.
http://www.smileycodes.info
Tetep.. jadi cewek sendiri...



Pada waktu itu.. yang didapat hanya uang logam aja.. jenisnya.. mungkin sekitar 25 jenis. Ga hanya uang kuno dari Indonesia yang masih berpecahan sen lho.. Tapi juga ada mata uang Malaysia, Singapura, Arab, Amerika, Philipina, Korea dan Belanda. Ini nih penampakannya..


 Dalam pose yang lain... \^_^/

Ada 30 Jenis uang logam, tapi sekarang jadi tinggal 28 (yang 2 lagi udah buat mahar. hehehe..).

Uang-uang ini ukuran dan bentuknya macem-macem.. Ada yang gedee.. banget. Diameternya 3,8 cm. Bernilai 10 D. 20 G (apa'an ya itu ?), Uang dari Republica Mexicana.  Buatan tahun 1894.
Ada lagi uang berwarna perunggu bernilai 2,5 Cent, uang Nederlands Indie (negara mane tuh ?) tahun 1945. Kalo yang ini nemu lumayan banyak di rumah Nenek di Cawang. Ampuh buat kerokan sampai sekarang...
Dan tau ga sih.. Uang  Indonesia di tahun 1970'an, pada bagian belakangnya tercantum tulisan dan logo dari Keluarga Berencana.. hehehe.. Khas peninggalan Pak Harto.

Koleksi itu ga sekedar hanya perjuangan untuk mengumpulkan lho.. Tapi juga bagaimana untuk merawatnya.
Untuk membuatnya terlihat tambah bersih dan tulisannya juga masih terjaga, maka ada resep ampuh. Yaitu dengan merendam dan menggosoknya dengan rendaman buah asem. Alhasil, uang yang iteeeemmmm banget, lumayan terlihat bagus setelah direndam dan digosok-gosok.
Kalo buat nginclongin kulit bisa juga kali ya.. hehehe..
 Cerita "pengumpulan" lainnya terjadi sewaktu proses pindah dari Kupang ke Lampung pada tahun 2000, sekeluarga menempuh perjalanan laut dari Kupang ke Bali terlebih dahulu. Di Bali itu.. ga sengaja nemu uang 20 Cent Singapore lho.. (kayaknya waktu itu masih berlaku... hahahaha..), tanpa ba..bi..bu.. ambil aja.... hihihi..:p

Untung ga dikira pemulung.. -_-''
Setelah itu, pengumpulan uang kuno ini menjadi terlupa. Hingga kemarin...
Hasrat mengumpulkan uang kuno itu datang lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..................
Hayookkk.. siapa yang mau ngasihhh..

http://www.smileycodes.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar