Yaaahh.. namanya juga anak cowok, kalo ga bandel, ga seru. Dari hari kemarin ku perhatikan, mereka seneng banget mainan pancing yang sengaja diletakkan Bapak ku di situ.
Walaupun udah ditegur ga boleh mainin pancingnya (mata kail yang tajam bisa berbahaya), eee... teteeppp aja dibuat mainan. Pakai acara nyemplung ke kolamnya lagi..
mati dah ikan gw.. >.<Begitu juga dengan hari ini. Pancingan sudah berubah dari posisi awalnya. Aku tegur lagi lah.. eee.. mereka ngabur. hihihi.. (jahat banget). Akhirnya pancingan itu dipindahin deh sama my mom..ga tau deh ditaruh dimana.
Ga berapa lama, suara mereka terdengar lagi.. AHA ! pasti nyari pancingan itu lagi.
Setelah tau tu pancingan nggak ada di tempat biasanya.. maka terjadilah obrolan ajaib ini.....
B : "Ga tau.." (masih mencari-cari di sekitaran kolam)
A : "Apa diambil mb cory ya.." (nahan ketawa dari dalam kamar)
B : "Dipindahin sama bude kali.." (masih nahan ketawa)
A : "Coba nanya sama ikan yah.. dia tau kali" (aku mulai menyimak, sambil mendekat ke arah jendela). "Ikan.. kamu tau ga pancingannya dimana ?"
B : "ga jawab ikannya" (ya iyalahhhhh... *%&)(#@!!!)
A : "Daun, kamu tau ga pancingannya dimana ?"
B : "ga bisa ngomong tau.."
A : "bisa, coba kamu yang nanya sama batu."
B : "Batu, kamu tau ga pancingannya dimana ?"
A : (dengan suara yang dibuat-buat) "aku ga tau.."
___***___
Gubrakk.. prang.. fyuuuuunggg....
Hahaha.. ada-ada aja dah ni bocah-bocah. Pertanyaan dan obrolan "ajaib" itu berlanjut kepada bunga boogenvile, Ayam tetangga yang kebetulan lewat, dan rakyat halaman lainnya..
Begitu ajaibnya dunia anak-anak..
Anak adalah sesuatu yang sangat berharga. Pembentukan sifat dan sikapnya pun bergantung kepada bagaimana peran pendidik di rumah ataupun di sekolah.
Teringat kepada seorang saudari yang pernah menceritakan tentang caranya mengajar di sebuah sekolah dasar islam tarbiyah (SDIT). Beliau bilang, karena yang dihadapi sebenarnya adalah sosok yang sedang dibentuk karakter dan pemikirannya.. maka sebaiknya para orang tua menghindari kata JANGAN, untuk melarang sesuatu. Hal tersebut justru akan membuat anak menjadi takut atau tidak belajar untuk BERPIKIR.
Beliau juga mempraktikkan bagaimana cara sebaiknya untuk mengajarkan sekaligus memberikan pesan JANGAN dengan lebih baik.
"Misalnya kita mau melarang anak untuk tidak melempar buku. Hal yang dikatakan bukan 'jangan gitu'.
Tapi kita bisa bilang 'nak, ini kan buku.. buat belajar.. kira-kira boleh ga buat dilempar-lempar ?',
sang anak berkata 'ga boleh bu, bolehnya buat belajar nulis aja'
'iya ga boleh, ini kan bukunya bagus.. kalo dilempar jadi jelek ya jadinya'
anak menjawab, 'iya ya bu.. maafin saya ya bu..'.
Whaaa.. subhanalloh lah saudari ku yang satu ini. TOP banget sabarnya.
Bisa ga ya suatu saat seperti itu...... ??????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar