Senin, 24 September 2012

Dalam sebutan perempuan

Perempuan,
Sosok yang sangat akrab.
Perempuan,
Yang selayaknya menjadi sosok yang multifungsi.
Perempuan,
Bisa jadi tameng atau bumerang bagi dirinya sendiri.
Perempuan,
Bergantung pada track mana yang dipilih.

Perempuan adalah Nenek, Ibu, Tante, Bude, Bulik, Sepupu, Keponakan, sahabat, teman, Guru, Aku, dan lainnya.
Perempuan menjadi aktris yang layak menerima award sepanjang tahun. Mampu berbakti dan tunduk pada orang tua dan Suami.
Sebagai pengasuh anak-anak, pembantu dalam rumah tangganya, penjaga buah hatinya, murrobiah pertama bagi generasi penerus bangsa.
Ia.. peneduh di baiti jannati.


Perempuan, banyak macamnya. Banyak tingkah lakunya. Banyak pula sifat-sifat ajaibnya.
Ada yang getol mengikuti kehidupan barat, ada yang sangat menjunjung kehidupan timur, ada juga yang setia dikatakan "sok suci" dalam balutan perintah agama yang sudah jelas, Syar'i.
Pilihan kehidupan yang bisa menjadi tameng yang ditakuti lawan, atau menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
Ya... semua bergantung pada jalur atau track yang dipilih.

Semakin penuhnya hari dengan hiasan islam, semakin membuat terbukanya mata hati untuk melihat sesama kami, kaum hawa. Banyak hal yang mungkin berbeda dengan fungsi perempuan zaman ini. Peralihan tugas utama dalam mencari nafkah, yang sama sekali tidak ada kewajiban dalam rumah tangganya.Tugas pengasuhan dialihkan kepada peran babysister.
Atau bagaimana ketika peran hijab semakin meluas.. namun kini dibumbui dengan jilbab GAUL yang jika ditelisik, sama sekali jauh dari apa yang diperintahkan. Dari model yang menyerupai perempuan-perempuan dari agama lain, sampai model sanggul dalam jilbab yang tidak diperbolehkan, atau ditambah dengan ukuran pakaian yang serba minim dan irit. Tawaran pelanggaran berbalut kata elegan dan trendy, Na'uzubillah..

Dalam sebutan perempuan, apapun itu. Sepakat dalam satu kata, yaitu lembut.
Dalam fitrahnya, memang seperti itu. Airmata yang menjadi image lemah, adalah kekuatan terakhirnya.
Dalam doanya, dia menguraikan rasa syukur, khawatir, ampunan, harapan, kepada Tuhannya, melalui Airmata penuh cinta. Cinta kepada Robb-nya.
"Dan akupun tau dari mana ku mewariskan sifat ini.."
___***__

Dalam sebutan perempuan, bersyukurlah dengan apa yang engkau dapatkan.
Bersyukurlah menjadi sosok yang lebih dikhawatirkan Ayah ketika tak kunjung pulang dari jam yang biasanya.
Bersyukurlah menjadi sosok yang mendampingi dan belajar banyak hal dari Ibunda.
Bersyukurlah menjadi sosok yang dilindungi Kakak tercinta, dan disayangi adik-adik yang berceloteh ria.
Bersyukurlah menjadi sosok yang amat dimuliakan dalam agama ini.
Bersyukurlah karena Pencipta mu amat menjaga mu dari ha-hal yang negatif, jika engkau mau mendekatkan diri pada-Nya.
Bersyukurlah menjadi sosok yang dipertemukan dan dicintai oleh seorang Suami.
Bersyukurlah merasakan perjuangan dalam melahirkan dan membesarkan anak-anak yang sholeh dan sholihah.
Bersyukurlah menjadi sosok yang berguna untuk orang lain.
Bersyukurlah.. kau disebut sebagai, Perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar