Memang sejak lahir, aku telah berada di tanah Timor. Tepatnya daerah Penfui, NTT. Jika ingin dideskripsikan, sebenarnya aku pun tak terlalu ingat secara detail. Maklum, ingatanku tak cukup kuat waktu itu, sebagai anak kelas 1 SD.
Lahir di sebuah daerah perantauan yang jauh dari kampung halaman kedua orangtua, membuatku jarang berinteraksi dengan saudara. Seingat ku sewaktu TK, aku pernah menulis surat-yang entah apa isinya- untuk nenek dari ibu ku -yang dulu ku panggil mbah haji-. Dari foto-foto zaman dahulu kala yang masih tersimpan dengan baik hingga saat ini, aku pernah sekali berlibur ke jakarta dan jawa. Berfoto bersama saudara-saudara, tapi aku lupa apa saja mommentnya.
Aku bersekolah di TK Angkasa Kupang. Mengapa namanya TK Angkasa ? entahlah.. mungkin karena dekat dengan Bandara El-Tari, Kupang ? atau itu Yayasan punya orang yang kerja di Bandara ? Hehehe... belum dapat jawabannya. Seragam ku masih sangat ku ingat dengan baik. Dengan topi yang sangat lucu. Ada yang warna orange, biru, dan seragam olahraga biru dengan gambar airforce di depannya. ^_^
Ingat ku, aku paling tidak suka jika harus menyantap makan siang di sekolah setiap hari jumat atau sabtu (lupa) dengan menu roti. Aku pun pernah menjadi "abang" betawi sewaktu perayaan Hari Kartini, berpasangan dengan Anisa Fauziah -kenapa dulu ga nolak.... aaarrggghhhh-. Sewaktu TK, sangat suka main ayunan. Berlomba siapa yang dapat terayun hingga jarak yang terjauh dari tanah. Tapi malang, rasanya dulu aku pun pernah jatuh dari ayunan. **atiit... ^%$%%^&$#@
Di Penfui, aku tinggal di perumahan meteorologi. Seingatku, tak jauh dari rumah ada lapangan golf. Pernah beberapa kali kesana untuk membeli gorengan, sendiri. *Beraninya akuh.. *_*
Di seberang komplek juga ada perumahan... (apa ya lupa). Tapi jalurnya jalannya itu seperti tanjakan yang lumayan ekstrim. Sering jalan-jalan kesitu juga. Di kompleks, ada beberapa teman yang masih aku ingat. Ada Ellen, yang sekarang jadi ibu polwan.. Ketiga anak om Wakodim, Mb Lisna, Annisa, dan si imut Levy. Yang lain aku lupa.
Aku hanya merasakan 2 caturwulan -8 bulan- bersekolah di SD Negeri Angkasa. Hanya sebentar mengenal Wali kelas ku yang aku lupa siapa namanya -cari raport-. Tapi pernah aku cari gara-gara di kelas. Karena aku -entah kenapa, mengapa, dan bagaimana- membuat teman sekelasku yang bernama Ikhsan, menangis akibat kepalanya kubenturkan ke tembok. *Sadis caramu... ckckckck.. :(
Dan dijejerkan sama Syamsul -kalo ga salah ingat- dan bu Guru, karena waktu itu badannya paling gede sekelas (padahal cuma 20 kg, hmmm). Tapi Alhamdulillah, selama 2 cawu itu, aku selalu meraih peringkat pertama. ^_^
Kenangan di TK dan SD Angkasa di Penfui sampai disini.
aku juga sekolah disana th 1979-1982
BalasHapuswah.. salam kenal sesama "alumni", Pak.
BalasHapus