Lembayung senjapun makin merona
Membias indah ke wajah rembulan
Yang malu-malu menatap sang malam
Untaian bintang berkelip benderang
Menghias angkasa yang gulita
Kucoba arungi malam yang sunyi
Di dalam dzikir hatiku padaNya
Ya Allah ? kini malamMu t'lah singgah
Ke dalam hati hambamu yang resah
Ya Allah ? lukisan malamMu nan megah
Iringi daku sujud, bermuhasabah
Sinar mentari bersinar lagi
Menyapa kilauan siembun pagi
Kicau kenari sapa melati
Menjadi melodi warnai hari
Langit biru berhiaskan awan
Mengajak sang surya beranjak terang
Hangat sinarnya beri harapan
'Tuk isi hari yang t'lah Kau beri
Ya Robbi ? siangmu kini kembali
Kan kucari rizki dan taqwa diri
Ya Robbi ? kini kian aku sadari
Dimalam dan siang hari
Bismillahirrohmaanirrohiim...
Teruntuk adikku, Nadia. Adik yang sangat Mas sayang.
Nadia, walau bentuk perhatian Mas tidaklah lembut, namun inilah kakak mu, yang banyak kekurangan.
Walaupun kita berbeda keluarga, tapi kamu tetap adik Mas.
Kemarin, sekarang, esok, lusa..atau bahkan sampai semua telah usai.
Nadia yang paling lembut. Hati yang jarang dimiliki oleh siapapun.
Mas ingin Nadia menjadi akhwat terbaik.
Walau pundak Mas tidak lagi ada, tapi Mas selalu di belakang mu, mendukung mu.
Cintailah Allah, maka hati mu akan semakin kokoh dengan kelembutannya.
Untuk adikku Nadia yang mas sayang.. sangat mas sayang..
Mas hanya bisa menjadi kakak yang jauh.
Satu hal yang sangat mas takutkan sampai sekarang, sangat mas takutkan.
Mas takut Nadia tidak bisa mengendalikan hati seperti kemarin.
Mas bingung harus bagaimana. Itulah mengapa Mas meminta mu membuat proposal ke Murrobi..
Mas pasti sangat senang jika Nadia bahagia. Bertemu dengan cintanya pada proses yg baik, karena Allah..
Nadia yang mengisi sebagian hati mas,
Jadilah akhwat yang kokoh, seperti Sahabiah, atau Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh.
Yang senantiasa mendoakan dakwah, menjadi umat dari doa nya sendiri.
Dan jangan terlalu terbawa perasaan.
Nadia,
Selesaikan tugas kuliah dan skripsi di kampus. Malulah kalau ndak segera wisuda.. ^_^
Optimal dengan amanah yang masih ada di pundak mu.
Tidak hanya menunggu jadwal rapat, tapi berkaryalah !
Kalau Nadia sudah keluar pintu rumah tanpa mahram itu sudah fitnah. Jadi, mengapa tidak dioptimalkan ketika sudah keluar rumah.
Adikku Nadia yang selalu dalam naungan Allah..
Selesaikan tiap tahapan tarbiah ini, dan 1 tahapan pertama adalah wisuda.
Okeee.. ^_^
____****___
Kurapikan kembali kertas itu, dan kuletakkan lagi dalam sebuah buku "Jadi Akhwat Jangan Cengeng".
Buku pemberian kakak ku, Mas Tyo.
Kulihat tanggal yang sengaja ku bubuhkan di lembar pertama dari sampul buku.
5 November 2011, from Mas nyebelin ^_^Tak terasa, itu setahun yang lalu..
Dan, tak ada cerita selepas itu.
Aku, Adikmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar