Rabu, 20 Maret 2013

today

Hari ini, memulai hidup yang baru. Atau.. bisa dibilang seperti itu.
Jadilah dewasa anak muda !

Senin, 25 Februari 2013

Selembar Kain itu, Pengantar ke Surga

Kenapa harus berjilbab ?? Karena wajib hukumnya bagi seorang muslimah.
Pertanyaan yang klise dan jawaban yang sudah tak perlu diragukan lagi dalilnya.
Teringat pernah mencoba syiar melalui selebaran bagi mahasiswi di jurusan dan ku merasa tak ada ruginya jika di-publish di sini. Semoga bermanfaat...

___***___

Kenapa sih harus pakai jilbab ???
Saudariku, tentunya kita sudah tau jika Allah SWT mewajibkan kita sebagai muslimah untuk menutup aurat dengan menjulurkan kain (lihat Q.S An-Nur : 31 dan Q.S Al-Ahzab : 59). Dalam tata cara berpakaian, Islam tidak memaknai busana hanya sebatas sebagai penutup tubuh saja. Tapi juga sebagai pelengkap dalam kesopanan, kesehatan dan keselamatan hidup.

Apa keuntungan memakai jilbab ?
1. Diridhoi Allah SWT. Yakinkan pada diri bahwasanya alasan mengenakan jilbab adlaah murni karena Allah. InsyaAllah, di setiap langkah mu akan diridhoi dan dipermudah. Saudari ku, islam tidak mengekang pergerakan kaum hawa. Akan tetapi, islam justru memuliakan dan melindunginya. Jadi mengapa kita harus menunda kebaikan yang datangnya dari Allah ???

2. Lebih dihormati. Tidak hanya sesama muslimah, tetapi juga lawan jenis. Orang lain akan lebih menjaga sikapnya karena pakaian kita yang sopan. Semoga selalu dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari segala niatan buruk serta marabahaya (aamiin..)

3. Identitas jelas sebagai Muslimah. Tidak perlu repot-repot membuktikan dengan KTP. Peristiwa tidak menyenangkan terkadang terjadi ketika seorang wanita berjalan melewati sekelompok pemuda. Gangguan yang mungkin dengan maksud bercanda, terlontar dari mereka. Seperti (maaf) "cewek.. mau kemana ?" #Hmm.. memang kita cewek apaan !!!
Namun dengan berjilbab, ucapan salam beriring doa-lah yang akan kita dapatkan. (subhanalloh..)

4. Giat beribadah dan memperbaiki diri. Jilbab mu akan menjadi alarm dalam segala tingkah laku. Menjaga dan mengingatkanmu untuk berkata dan bersikap dengan santun. 

5. Menyehatkan. Jika dibandingkan dengan kaum adam, kandungan melanin dalam tubuh wanita lebih sedikit. Oleh karena itu, tubuh wanita lebih membutuhkan perlindungan dari sengatan sinar matahari. Penelitian seorang pakar dermatologi asal Australia menyebutkan bahwa jilbab melindungi wanita dari kemungkinan serangan penyakit kanker kulit.


6. Lebih cantik dan anggun. Jangan bangga jika ada yang memujimu cantik tanpa berhijab. Karena sesungguhnya kecantikan bukanlah karena polesan make-up atau membiarkan bagian tubuh (aurat) terbuka. Kecantikan sejati adalah kecantikan dari hati yang bersih. bahasa kerennya "inner beauty" ^_^.
Berjilbab membuat hati kita selalu merasa tenang. Sehingga tak perlu takut menimbulkan sesuatu yang negatif. Senyumpun akan terpancar dan terlihat sebagai kecantikan yang alami.


Masih ragu dan belum yakin ? dengan alasan...
1. "Panas ah.. ". Saudari ku sayang, kita tinggal di daerah tropis yang pasti akan merasakan cuaca yang panas. Yang tak berjilbab pun akan merasa kepanasan. So.. lebih baik berjilbab sekalian kan.. :p

2. "Kuno, nggak GAUL, nggak bisa MODIS !". Jilbab justru seolah menantang kita untuk dapat modis tanpa melanggar batas syar'i. Selain itu, toh tak akan membatasi pergaulan kita dengan siapapun, namun tentu saja cara pergaulan yang harus kita ubah dengan baik. Saudari ku, biarkan orang-orang yang tak suka dengan jilbab. Santai saja.. karena yang penting Allah sayang kita.

3. "Belum siap". Belum siap karena belum dapat hidayah. Saat ini.. semoga yang membaca segera berdoa meminta Allah untuk membukakan pintu hidayah bagi kita semua. Aamiin...
Siap ga siap kalau tidak ada umur ? Kita tidak pernah tau kapan batas usia ini. Mari kita siapkan diri dengan memakai jilbab sejak dini sebelum "masa" itu mendatangi kita.

*) Saudari ku, tulisan ini bukanlah media penghakiman atau untuk membuatmu rendah. Percayalah, ini semua karena engkau saudari ku.

___****___

Kamis, 21 Februari 2013

Ini movie nya..

Lagi pengen banget belajar movie maker waktu itu. Ini nih hasil movie yang pertama. Masih kacau banget. Ga konsisten.
Cekidot.. BEM U KBM Unila

Terus ini yang kedua. Dibuat pasca lengser dari Graha juga. Isinya lebih tentang ke personal pengurus. Ini dia : BEM U KBM Unila Kabinet Maju & Berkarya, profile

Dan ini movie ke-3. Dimintakan tolong sama Elsa, untuk membuat movie untuk Sahabat Pulau. Hasilnya disini : Sahabat Pulau, Lampung.

Gimana-gimana ? masih harus banyak belajar kan... Intinya bikin movie itu harus sabar, peka, dan teliti. Sabar kalau foto yang ada itu dikit atau berfolder-folder. Peka untuk memilih lagu, dan teliti untuk merangkai itu semua dalam suatu tampilan yang indah.

Yuk belajar...

Jumat, 15 Februari 2013

Perjalanan "Hijrah" ke jakarta

Tahun 1998, mendapat perintah dipindahtugaskan ke Lampung. Cerita menarik dalam perjalanannya. Ketika itu kepindahan kami sekeluarga tidak semerta-merta langsung menuju ke ujung bawah pulau Sumatera itu dengan perjalanan udara. Melainkan melewati jalur darat. Persisnya aku tidak begitu ingat. Yang tersimpan di memori adalah perjuangan berdesakan dengan ratusan atau ribuan orang untuk menaiki kapal -yang aku lupa namanya-. Kapal tersebut melayani penyebrangan Kupang-Bali. Benar-benar menyedihkan. Berhimpitan, berjuang, berebut, dan berlomba untuk masuk. Peluh tak sedikit yang jatuh bercucuran. Bahkan aku merasa kakiku tak berpijak dengan sempurna. Badan ku terdorong agak ke belakang. Malas aku mengingat kondisi seperti itu. Dengan perjuangan, kami sampai di dalam kapal, dan berlayar mungkin sampai satu hari.

Sampailah di pulau Bali. Di Bali, aku, adikku yang kala itu masih berusia 4 tahun, ibu dan Ayahku menginap di Losmen Anom Bali. Sekalian liburan, kami menginap hampir 2 hari. Kali itu aku sudah lebih banyak mengingat kejadian yang terekam dalam memori otakku. Losmen sederhana namun tertata apik. Banyak ornamen khas Bali. Aku pun merasakan susahnya mencari makan di sana, karena sedikit sulitnya mencari label makanan halal yang enak. Akhirnya, sambil menyaksikan bunyi-bunyian musik Bali yang bertalu-talu, kami -sepertinya- menyantap soto -saja-.

Keesokan harinya, kami sekeluarga mengunjungi rumah Pak Budi, teman Bapak yang lebih dulu pindah ke Bali. Dan pulangnya kami diantar ke Losmen, sambil melewati iringan ngaben. Aku semakin sangat terpesona dengan Bali dan kebudayaannya. Di sore hari, kami bermain di Pantai Kuta sambil menikmati -yang kini ku mengerti artinya- sunset. Hari berikutnya kami pun melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tempat Nenek -ibu dari ibu ku-. Kali ini bukan jalan darat, melainkan naik pesawat dari Bandara Ngurah Rai ke Halim.

Sekian.